News

Ini Tren Banjir di Jakarta Selama Lima Tahun Terakhir

Jakarta (KABARIN) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkap tren banjir dan genangan air di ibu kota selama lima tahun terakhir, 2020 hingga 2025.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut total kejadian banjir selama periode itu mencapai 498 kali dengan pola yang naik-turun.

"Kejadian banjir selama lima tahun terakhir ada sekitar 498 kejadian dengan perkembangan yang fluktuatif. Frekuensi tertinggi genangan atau banjir terjadi di bulan Januari (63 kali), Februari (63 kali), Mei (63 kali), Juni (63 kali), dan Desember (64 kali)," ujar Yohan dalam siniar bertema "Mitigasi dan Penanganan Banjir di DKI Jakarta" yang digelar oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Kamis.

Sedangkan bulan dengan angka banjir paling rendah adalah Agustus (35 kali), September (30 kali), serta Juli dan Oktober (43 kali).

"Kalau ingin mengadakan acara, baiknya di bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober karena potensi genangannya atau kejadian banjirnya cukup kecil," tambah Yohan.

Yohan juga menekankan bahwa musim hujan dan kemarau tidak selalu terbagi rata enam bulan masing-masing karena tergantung kondisi cuaca. Tahun lalu, misalnya, musim hujan hampir berlangsung sembilan bulan.

Data BPBD DKI 2025 menunjukkan wilayah paling rawan banjir adalah Jakarta Utara dengan 73 kejadian, diikuti Jakarta Selatan (46), Jakarta Barat (45), Jakarta Timur (41), Jakarta Pusat (7), dan Kepulauan Seribu (7).

"Di Jakarta Utara, cukup sering banjir karena salah satu faktor yang menambah adalah rob. Air hujan dari hulu ke hilir harus masuk ke teluk. Ketika terjadi rob, akhirnya tertahan, dan ini terjadinya bukan hanya di Jakarta Utara, tetapi juga di Jakarta Barat (akibat ketika air mau masuk ke Teluk Jakarta terjadi antrean yang mengakibatkan meluap sehingga terjadi genangan atau banjir di wilayah tersebut)," jelas Yohan.

Untuk Januari 2026, wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi adalah Jakarta Timur sebanyak delapan kejadian. Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan masing-masing mengalami tujuh kejadian. Jakarta Pusat tercatat empat kali, dan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah, yakni satu kejadian banjir.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: